Keuntungan Menggunakan Pertamax


Berikut ini ada berita yang saya kutip dari Kedaulatan Rakyat, mengenai keuntungan menggunakan pertamax.
Kebijakan Gunakan Pertamax Untungkan Kapitalis
Ketua DPP PDIP Bidang Rekruitmen dan Kaderisasi, Drs HM Idham Samawi menegaskan kebijakan pemerintah dalam rangka penghematan BBM bersubsidi yakni premium dianggap justru menguntungkan kapitalisme. Hal ini lantaran tidak satupun pabrik pembuat pertamax ada di Indonesia. Oleh karenanya kebijakan penggunaan pertamax massal bukan menghemat namun justru akan memiskinkan bangsa Indonesia.
'Tidak ada satupun pembuat pertamax ada di Indonesia. Muaranya tetap pada kapitalisme," ujamya kepada KR, Minggu petang (30/7) di Rumah Dinas Bupati.

Idham menyatakan kebijakan penggunaan pertamax dalam rangka penghematan premium bersifat sporadis dan spontan disaat harga minyak dunia melambung. "Harusnya pemerintah gencar mensosialisasikan atau mengharuskan penggunaan energi altematif seperti bio etanol atau energi alternatif lain seperti tenaga angin, tenaga air atau bahkan tenaga surya. Kita negara yang kaya akan sumber energi altematif tetapi mengapa tidak dimanfaatkan maksimal," tandasnya.

Menanggapi aturan penggunaan pertamax untuk mobil dinas, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Riyantono menyatakan kebijakan ini sengaja dilakukan oleh Bantul sejak awal supaya membiasakan PNS menggunakan pertamax. "Prinsip kita manut aturan Pemerintah Provinsi DIY memberlakukan penggunaan pertamax untuk menghemat premium, jadi kita turuti saja. Namun yang terpenting kesadaran melakukan upaya penghematan dan perilaku efektif serta efisien PNS dan warga masyarakat Bantul. Ambil contoh misalnya biasanya pergi dengan kendaraan dinas empat unit sekarang bisa dihemat dengan dua unit saja," ujamya.

Direncanakan dalam APBD perubahan alokasi anggaran BBM bagi kendaraan dinas akan ditambah sekitar Rp 1 miliar karena plafon anggaran BBM yang sebelumnya premium Rp 4.500/liter naik menjadi sekitar Rp 9.000/liter.

Ditanya pembatasan pembelian premium bagi pengecer, pria yang akrab disapa Toni ini mengatakan Bantul sudah mengusulkan pada Gubernur DIY soal pembatasan pembelian premium bagi pengecer. "Saat itu kami mengusulkan kuota yang diperbolehkan diambil pengecer memakai mekanisme kriteria seperti jarak tempuh dari SPBU ke rumah. Kami saat ini tengah mencoba pembatasan pembelian premium bagi pengecer maksimal 20 liter dan sedang dilakukan penjajagan. September nanti akan kita coba efektif termasuk untuk UMKM," kata Toni. Demikian tadi artikel mengenai keuntungan menggunakan pertamax yang berasal dari KR, semoga bisa menambah sudut pandang baru.